• Gleneagles Singapore

Pengobatan Hati

  • Pengobatan Hati

    Tindakan preventif, termasuk minum obat, untuk memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit hati akan ditelusuri sebagai langkah pertama. Namun demikian, apabila tindakan tersebut tidak lagi mendesak atau memungkinkan, pasien penyakit hati mungkin harus menjalani pengobatan invasif, seperti berikut ini:

  • Reseksi Hati

    Apakah reseksi hati itu?

    Reseksi hati adalah prosedur untuk pasien yang memiliki tumor kecil di hati mereka yang belum menyebabkan kerusakan hati yang parah. Prosedur ini mencakup pengangkatan tumor yang besarnya sekitar 3cm atau lebih kecil, melalui pembedahan. Ini dapat dilakukan dengan teknik invasif minimal yang menggunakan laparoskop. Namun, prosedur ini jarang dilakukan karena kondisi untuk reseksi hati sangat spesifik. Pertama, kanker belum memasuki pembuluh darah internal hati. Kedua, bagian hati yang tersisa harus cukup sehat supaya fungsinya dapat dipertahankan. Jika bagian hati yang tersisa rusak, misalnya karena sirosis, maka kegagalan hati masih dapat terjadi meskipun dioperasi.

    Kapan reseksi hati dilakukan?

    Reseksi hati lebih umum dilakukan apabila pasien menderita kanker yang sudah menyebar, yaitu, kanker yang berasal dari organ lain dan sudah menyebar ke hati. Kemoterapi atau terapi radiasi mungkin digunakan setelah operasi untuk memastikan bahwa sel kanker tidak tumbuh kembali di hati.

    Berapa tingkat keberhasilan reseksi hati?

    Karena banyaknya keterbatasan reseksi hati, tingkat kelangsungan hidup 5 tahun untuk reseksi hati adalah sekitar 40%. Ini berarti hanya empat atau lebih kurang pasien dari setiap 10 orang yang menjalani reseksi hati dapat melangsungkan hidupnya selama minimal lima tahun ke depan. Reseksi hati sering dilakukan sebagai menjembatani prosedur untuk menjaga agar kanker tidak menyebar sewaktu pasien menunggu transplantasi hati.

  • Ablasi Frekuensi Radio

    Apakah ablasi frekuensi radio itu?

    Serupa dengan reseksi hati, radiofrequency ablation (RFA)/ablasi frekuensi radio, adalah prosedur lain yang digunakan untuk mengobati tumor kecil pada pasien yang mengidap kanker. Elektroda jarum khusus dimasukkan ke dalam tubuh di lokasi tumor. Gelombang frekuensi radio digunakan untuk memanaskan elektroda, yang kemudian membakar sel tumor.

    Tidak seperti reseksi hati, RFA menyebabkan lebih sedikit pendarahan di hati karena panas tingginya yang juga menutup pembuluh darah. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan teknik invasif minimal, baik melalui laparoskop atau secara perkutan, di mana jarum dimasukkan melalui kulit ke dalam abdomen. RFA sering digunakan sebagai jembatan prosedur bagi pasien kanker hati yang sedang menunggu transplantasi hati, karena ini dapat membantu agar kanker tidak menyebar selama masa penantian.

  • Dialisis Hati

    Apakah dialisis hati itu?

    Sama seperti dialisis yang digunakan sebagai pengobatan bagi pasien gagal ginjal, dialisis hati digunakan untuk mengobati pasien gagal hati. Kami menggunakan mesin khusus untuk berfungsi sebagai alat filtrasi eksternal temporer yang menggantikan hati. Prosedur ini membuang zat, seperti bilirubin, asam lemak dan asam empedu yang biasanya dibuang dari hati yang sehat.

    Sama sperti ablasi frekuensi radio yang digunakan sebagai jembatan prosedur untuk pasien kanker hati, dialisis hati digunakan sebagai jembatan prosedur untuk pasien yang sedang menunggu transplantasi hati. Tidak seperti pasien gagal ginjal yang dapat mengandalkan pada dialisis selama bertahun-tahun, dialisis hati tidak berkelanjutan untuk jangka waktu lama, dan sering kali hanya digunakan selama beberapa hari atau minggu.

    Dialisis hati tersedia di Parkway Asian Transplant Unit di Gleneagles Hospital. Spesialis HPB kami akan memeriksa pasien yang mungkin memerlukan ini sebelum transplantasi hati mereka.

  • Transplantasi Hati

    Apakah transplantasi hati itu?

    Pada kasus gagal hati, atau terdapat kerusakan yang substansial pada hati akibat fibrosis atau kanker stadium akhir, biasanya dianjurkan untuk menjalani prosedur transplantasi hati. Menurut American Liver Foundation, sekitar 75% pasien yang menerima hati baru akan terus hidup sekurang-kurangnya selama 5 tahun ke depan setelah operasi. Hasil ini bahkan lebih baik pada anak-anak, yaitu, 82% dari mereka bisa melangsungkan hidup sekurang-kurangnya selama 10 tahun ke depan setelah operasi.

    Apakah living donor liver transplant itu?

    Living donor liver transplant (LDLT) adalah seseorang yang masih hidup mendonorkan sebagian hati yang sehat kepada pasien penerima. Hati adalah organ yang menakjubkan, yang mampu meregenerasi sendiri hingga berfungsi 100% dalam 4 – 6 minggu meskipun telah dilakukan pengangkatan massanya hingga 70%.

    infographic showing stages of living donor liver transplant journey

    Bagaimana Anda pulih dari transplantasi hati?

    Setelah transplantasi berhasil, penerima akan perlu minum obat anti penolakan, yang menekan sistem kekebalan untuk mencegah tubuh menolak organ baru.Ketahui selengkapnya mengenai proses pemulihan bagi penerima transplantasi hati.

  • Apakah living donor liver transplantation itu?

    Manfaat LDLT

    Periode masa tunggu saat ini untuk hati donor kadaver sering kali terlalu lama untuk memberikan manfaat bagi pasien yang penyakitnya berkembang secara cepat. Tanpa LDLT, sangat besar kemungkinannya bahwa pasien ini tidak akan ditransplantasi sebelum terjadi pengembangan komplikasi yang fatal.

    Di samping sebagai sumber hati donor alternatif, keuntungan lain dari LDLT atas transplantasi hati kadaver, adalah proses ini memungkinkan dibuat jadwal prosedur. Dengan demikian, pasien yang menderita fungsi hati yang terdekompensasi dapat dioptimalkan sebelum bedah transplantasi. Selain itu, kualitas pencangkokan hati lebih baik, karena diambil dari donor yang sehat dan waktu iskemik dingin (waktu hati donor tidak memiliki pasokan darah) jauh lebih singkat. Kerugian terbesar LDLT yaitu, berpontensi menimbulkan komplikasi atau bahkan kematian donor yang sehat. Terdapat keterbatasan pada LDLT, yang paling utama adalah menemukan donor yang kompatibel dan sesuai, yang memiliki golongan darah yang sama dan dalam keadaan sehat untuk menjalani pembedahan. Donor dapat berasal dari saudara kandung, kerabat, atau bahkan teman dekat.

    Buat Perjanjian atau Bertanya

    Spesialis Kami