• Gleneagles Singapore

Proses Evaluasi Donor

  • Persetujuan Setelah Penjelasan bagi Donor Hidup

    Calon donor harus memahami seluruh aspek proses donor, termasuk faktor risiko sebagai donor hidup.

    Proses persetujuan akan mencakup tetapi tidak terbatas pada hal-hal berikut:

    • Donor harus melakukan donor secara sukarela tanpa paksaan atau tekanan.
    • Pengungkapan bahwa donor tidak menerima keuntungan moneter atau materiil atas persetujuannya untuk menjadi donor.
    • Donor diperbolehkan untuk menerima penggantian biaya untuk ongkos perjalanan yang dibatasi dan dapat menerima bantuan penunjang dan/atau kompensasi kehilangan pendapatan dalam bentuk tertentu bagi donor yang dapat bekerja.
    • Calon donor harus mendapat evaluasi psikososial yang diberikan oleh psikolog atau psikiater
    • Pengungkapan prosedur alternatif atau rangkaian perawatan harus disampaikan kepada calon donor dan penerima (termasuk kondisi yang mengancam nyawa yang dimiliki calon penerima yang telah ada sebelumnya).
    • Evaluasi terhadap kemampuan calon donor untuk memahami proses donor (termasuk prosedur risiko pembedahan yang diterapkan baik bagi donor maupun penerima serta hasil yang mungkin terjadi) akan dilakukan.
    • Pemahaman dari donor bahwa dia tidak menerima keuntungan medis dari prosedur operasi donor. Hal ini juga mencakup pemahaman donor bahwa selain hati yang dipotong, kantung empedu juga akan diangkat sebagai bagian dari prosedur ini dan bahwa tidak ada konsekuensi jangka panjang dalam hal ini.
    • Pengungkapan bahwa Pusat Transplantasi akan melaporkan informasi tindak lanjut dari donor hidup selama sekurang-kurangnya dua tahun setelah transplantasi hati jika diperlukan.
    • Risiko kematian - sekitar tiga hingga lima dari 1.000 donor hati.
    • Potensi kegagalan organ dan kebutuhan akan transplantasi organ di masa depan bagi donor.
    • Risiko infeksi luka dan komplikasi ringan lainnya.
    • Komplikasi jantung, stroke, penggumpalan darah di kaki atau paru-paru.
    • Kebocoran empedu - terjadi pada sekitar 5-15 persen pasien. Sebagian besar kebocoran empedu dapat diatasi tanpa memerlukan pembedahan. Kadang-kadang, T-tube atau stent diperlukan untuk membantu proses pemulihan. Dalam kasus yang jarang terjadi, operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki kebocoran empedu.
    • Risiko kerusakan saluran empedu. Kerusakan pada organ dan jaringan di sekitar, seperti limpa atau usus, juga mungkin terjadi. Dalam kasus seperti ini, mungkin diperlukan pembedahan tindak lanjut untuk memperbaiki kerusakan tersebut.
    • Hernia insisional - hernia adalah mencuatnya organ melalui dinding perut yang sebelumnya menahan organ tersebut.
    • Hal ini dapat disebabkan oleh penipisan atau peregangan jaringan kulit bekas luka yang timbul setelah pembedahan. Jaringan bekas luka yang menipis ini kemudian menimbulkan kelemahan di dinding perut, sehingga organ di dalam isi perut menjadi menonjol.
    • Reaksi alergi terhadap anestesi.
    • Hiperbilirubinemia atau penyakit kuning – ini adalah kondisi di mana tingkat bilirubin dalam darah terlalu tinggi, sehingga menyebabkan kekuningan pada mata dan kulit.
    • Gangguan usus halus, peradangan pankreas, perdarahan usus dua belas jari, dan gagal ginjal.
    • Trombosis vena porta.
    • Emboli paru – suatu kondisi yang terjadi ketika arteri di dalam paru-paru Anda terhalang oleh gumpalan darah yang mungkin berasal dari bagian lain tubuh Anda.
    • Pendarahan intraabdominal.
    • Efusi pleura – akumulasi cairan abnormal yang menumpuk di dalam rongga pleura, yaitu ruang berisi cairan yang membungkus paru-paru.
    • Perforasi gaster, yaitu penyumbatan outlet lambung.
    • Luka bekas pembedahan, rasa nyeri, kelelahan, gejala perut atau usus seperti kembung dan mual.
  • Anda dan donor Anda akan dinilai oleh tim transplantasi kami untuk memastikan kecocokan Anda berdua dalam menjalani operasi transplantasi hati. Jika Anda adalah warga negara asing, uji darah Anda dan uji pencitraan lainnya akan diulangi di Singapura untuk mengonfirmasi kondisi penyakit Anda.

    Donor Anda juga akan menjalani evaluasi medis yang ketat. Ia akan diminta untuk mengisi kuesioner dan mengambil tes darah untuk menguji kecocokan. Hal ini juga bertujuan untuk memastikan tidak adanya kondisi kronis seperti Hepatitis B dan C. Pemeriksaan darah, radiologi, dan psikososial yang lebih ketat juga akan dilakukan.

    Donor Anda juga akan dinilai oleh dokter umum, dokter spesialis jantung, dokter spesialis penyakit menular, psikiater, dokter gigi, dan dokter spesialis ginjal independen untuk menilai kecocokannya. Koordinator transplantasi akan menanyakan riwayat keluarga, sosial, dan keuangan donor Anda yang akan digunakan untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan bagi komite etik. Terkadang, pertanyaan pribadi mungkin diajukan.

  • Tujuan dari proses evaluasi donor menyeluruh adalah untuk meminimalkan risiko bagi donor dan penerima. Hal ini memastikan bahwa donor tersebut sehat secara mental dan fisik, dan memastikan bahwa bagian hati yang akan diambil akan cocok untuk penerima.

    Selama periode ini, donor dapat memakai obat zat besi dan menerima injeksi Epogen, obat stimulan sel darah merah.

    Verifikasi paspor mungkin diperlukan bagi warga negara asing. Hal ini dapat dilakukan di kantor kedutaan setempat penerima dan donor di Singapura. Penilaian oleh psikiater dan dokter independen akan dilakukan. Donor akan ditinjau oleh tim dokter independen untuk memastikan kesesuaian medis donor untuk menyumbangkan hati dan membuat pernyataan hukum di depan Pejabat Pengambil Sumpah untuk memenuhi persyaratan hukum bagi transplantasi ini.

    Tim Komite Etik Transplantasi (TEC) terdiri dari:

    • Seorang praktisi medis yang bekerja atau terafiliasi dengan rumah sakit
    • Praktisi medis yang tidak bekerja atau terafiliasi dengan rumah sakit yang bersangkutan (dari Tim Nasional)
    • Seorang awam (dari Tim Nasional)

    Anggota TEC bersifat independen dan diatur di bawah Undang-Undang Transplantasi Organ Manusia (HOTA) di Singapura.

    Operasi transplantasi akan dilakukan seminggu setelah tanggal persetujuan dari Komite Etik Transplantasi. Bergantung pada kondisi Anda, tanggal operasi dapat diajukan setelah persetujuan tertulis dari pihak yang bersangkutan.

    Anda juga akan mendapat konseling keuangan oleh Kantor Urusan Bisnis kami. Anda perlu menyetorkan sejumlah deposit satu minggu sebelum rawat inap Anda di rumah sakit.

    Jika Anda menggunakan dialisis, Anda akan tetap melakukannya sementara Anda menunggu transplantasi.

    Mulai dari kedatangan Anda dan donor Anda di Singapura, seluruh evaluasi (termasuk proses persetujuan dari komite etik) akan membutuhkan waktu sekitar empat sampai enam minggu.

  • Pada hari sebelum pembedahan transplantasi ini, Anda dan donor Anda akan dirawat inap dan akan diminta untuk menjalani serangkaian tes darah, rontgen dada, elektrokardiogram (EKG), dan penilaian akhir oleh dokter bedah dan ahli anestesi. Hal ini berguna untuk memastikan bahwa Anda berdua layak secara medis untuk menjalani pembedahan dan bebas dari infeksi.

    Anda berdua akan menerima obat pencahar untuk membersihkan usus Anda dan mencegah konstipasi setelah pembedahan. Area dada dan abdomen akan dicukur bersih untuk mencegah infeksi. Anda tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan, minuman, atau air setelah tengah malam sebelum hari operasi.

    Transplantasi yang telah direncanakan mungkin dibatalkan. Hal ini berlaku khususnya bagi pasien kanker hati. Dalam beberapa situasi, setelah dokter bedah membuka rongga perut, bagian sekitar organ dan saluran hati akan dinilai sebelum pembedahan dilanjutkan.

  • Anda dan donor Anda akan menjalani operasi secara bersamaan dan dihadiri oleh dua tim dokter bedah, ahli anestesi, asisten keperawatan, dan teknisi di dua ruang operasi yang berbeda. Anda berdua akan dibawa ke ruang persiapan pra-operasi, tempat obat-obatan akan diberikan. Di dalam ruang operasi, anestesi umum akan diberikan dan Anda berdua akan diintubasi. Tabung pernapasan, yang terhubung ke ventilator, dimasukkan ke melalui tenggorokan ke paru-paru untuk membantu Anda bernapas selama operasi. Dokter transplantasi akan menjelaskan obat yang digunakan sebelum pembedahan Anda. Anda juga akan terhubung ke mesin lain (yang akan memantau tekanan darah dan jantung Anda), tetesan, dan tabung transfusi darah.

    Hati manusia terdiri atas delapan segmen, masing-masing dengan pasokan darah dan drainase empedu tersendiri. Segmen individual atau kombinasi segmen (lobus kanan atau kiri) diambil dari donor hidup dan ditransplantasikan pada penerima. Hati yang tersisa dalam donor akan beregenerasi dan tumbuh kembali ke ukuran dan fungsinya semula setelah empat hingga enam minggu. Demikian pula, segmen hati yang telah ditransplantasikan kepada penerima akan beregenerasi dengan cepat.

    Penerima

    Anda akan diantar ke dalam ruang operasi tempat ultrasonografi intraoperatif akan dilakukan untuk memastikan bahwa tumor tidak menyebar di luar organ hati. Dalam sebagian kasus di mana kanker menyebar atau terdapat tumor yang melibatkan vena porta, transplantasi mungkin dibatalkan. Tim bedah akan melanjutkan transplantasi setelah menilai kondisi Anda di meja operasi. Tim akan mengangkat hati yang berpenyakit, dengan menjepit bagian pembuluh darah utama agar tetap di tempatnya.

    Hati donor akan dimasukkan ke dalam rongga perut. Implantasi ini melibatkan anastomosis (hubungan) antara vena kava inferior, vena porta, dan arteri hepatik. Setelah anastomosis selesai, ultrasonografi intraoperatif akan dilakukan oleh radiolog untuk memastikan darah di hati baru Anda mengalir. Dokter bedah kemudian menutup luka dengan benang yang dapat diserap oleh tubuh atau staples yang ditutup dengan perban, yang akan tetap berada di tubuh selama beberapa hari setelah pembedahan. Untuk membantu drainase empedu, T-tube juga akan dimasukkan ke dalam saluran empedu selama pembedahan.

    Anda akan dipasangkan ke monitor jantung, saluran, tabung dan pembuangan intravena. Obat imunosupresan akan langsung diberikan setelah operasi transplantasi. Hal ini dibutuhkan untuk memastikan tubuh Anda tidak akan menolak hati setelah ditransplantasi. Seluruh operasi transplantasi biasanya berlangsung antara delapan hingga dua belas jam.

    Donor

    Pembedahan untuk donor dimulai dengan sayatan di bagian atas tulang dada dan memanjang ke kanan dan kiri bawah tulang rusuk. Sayatan ini seperti huruf "Y" terbalik. Dokter spesialis bedah juga akan mengangkat kantung empedu karena terletak di bawah bagian hati. Hati kemudian dibagi menjadi dua sesuai lobus. Dokter spesialis bedah akan mengangkat sekitar 40 sampai 60 persen dari hati donor, tergantung apakah penerima adalah orang dewasa atau anak. Jika penerima adalah orang dewasa, lobus kanan akan diambil; jika penerima adalah anak, sebagian dari lobus kiri akan diambil.

    Arteri hepatik berfungsi memasok darah yang kaya akan oksigen ke hati. Vena porta mengangkut darah yang kaya akan nutrisi dari usus hingga ke hati. Vena, saluran empedu, dan arteri dari lobus yang diambil dari donor dijepit dan dipotong. Bagian hati yang akan diberikan untuk penerima dipisahkan, dialirkan dengan larutan-larutan pengawet, dan didinginkan di atas es. Durasi antara pengangkatan bagian hati dari tubuh donor dan transplantasi ke tubuh penerima disebut sebagai waktu iskemik. Cangkok hati ditransplantasi ke penerima degan cepat, dengan menjaga durasi cangkok hati tanpa aliran darah sesingkat mungkin. Hal ini juga akan memaksimalkan peluang cangkok hati akan berfungsi dengan baik setelah transplantasi. Tabung pembuangan dimasukkan ke dalam area bedah untuk menguras cairan dan empedu selama operasi dan dibiarkan di area tersebut selama beberapa hari setelah pembedahan. Sayatan kemudian ditutup dengan benang yang dapat diserap oleh tubuh atau staples yang akan dilepas ketika kunjungan pemeriksaan tindak lanjut. Seluruh operasi donor membutuhkan waktu enam hingga delapan jam, mulai dari pemotongan pertama hingga penutupan sayatan.

  • Setelah transplantasi hati, ada tiga jenis penolakan cangkok yang dapat terjadi. Hal ini meliputi:

    • Penolakan hiperakut - yang disebabkan oleh antibodi anti-donor yang telah terbentuk sebelumnya. Hal ini ditandai dengan pengikatan antibodi ini terhadap antigen pada sel endotel vaskular.
    • Penolakan akut - yang paling umum terjadi dan merupakan target utama dari agen imunosupresif. Penolakan akut biasanya terjadi dalam beberapa hari atau beberapa minggu setelah transplantasi.
    • Penolakan kronis - yang menunjukkan tanda atau gejala penolakan setelah satu tahun. Penyebab penolakan kronis masih belum diketahui tetapi penolakan akut merupakan prediktor kuat terhadap penolakan kronis.

    Penolakan hati dapat terjadi sewaktu-waktu setelah transplantasi. Temuan laboratorium tentang penolakan hati antara lain adalah nilai SGPT, SGOT, SGGT, dan fungsi hati yang tidak normal seperti waktu protrombin, tingkat amonia, tingkat bilirubin, konsentrasi albumin dan glukosa darah.

    Dalam transplantasi hati anak donor hidup, digunakan sekitar 40 persen dari bagian kiri lateral dari donor hati dewasa. Prosedur ini efektif dan aman karena mengurangi jumlah anak-anak yang meninggal sementara menunggu transplantasi hati dari kadaver. Anak-anak yang menjalani transplantasi hati dengan cangkok hati donor hidup memiliki tingkat survival yang lebih tinggi dibanding prosedur transplantasi organ dari donor meninggal.

  • Setelah operasi, Anda dan donor Anda akan dipindahkan ke ICU Hati setelah efek anestesi mulai berkurang.

    Penerima

    Terapis transplantasi dan tim perawat kami akan membantu pemulihan Anda. Anda mungkin mengalami:

    • Rasa sakit dan rasa tidak nyaman, yang dapat diredakan dengan obat-obatan.
    • Tabung nasogastrik akan dimasukkan melalui hidung Anda. Tabung ini akan melewati tenggorokan Anda hingga ke dalam perut, menjaga perut Anda tetap kosong dan membantu mencegah mual dan muntah.
    • Tabung dapat dimasukkan ke dalam tenggorokan untuk membantu Anda mendapatkan oksigen yang cukup. Perangkat ini akan disambungkan ke mesin pernapasan yang disebut ventilator. Anda harus berusaha relaks dan membiarkan mesin ini membantu Anda bernapas. Anda tidak akan dapat berbicara ketika tabung ini terpasang. Anda hanya akan membutuhkannya selama beberapa hari hingga Anda bisa bernapas secara mandiri. Tenggorokan Anda mungkin terasa nyeri atau gatal selama beberapa hari.
    • Anda akan diminta batuk secara berkala agar paru-paru Anda tetap bersih. Dengan bantuan terapis, Anda akan menjalani latihan pernapasan untuk membantu paru-paru Anda bernapas dengan sendirinya.
    • Anda akan dipasangkan selang intravena di lengan atau leher Anda di bawah tulang selangka, yang akan digunakan untuk mengalirkan cairan dan obat selama beberapa hari pertama setelah pembedahan.
    • Selama beberapa hari setelah pembedahan, Anda akan dipasangkan kateter di kandung kemih untuk membuang urine. Anda mungkin merasa tidak nyaman, dan mungkin harus terus-menerus buang air, tetapi hal ini hanya sementara.
    • Beberapa saluran pembuangan akan ditempatkan di atau dekat sayatan selama pembedahan. Saluran pembuangan ini akan dilepas lima hingga sepuluh hari setelah operasi.
    • Pada hari ketiga setelah transplantasi Anda, Anda akan menjalani rehabilitasi untuk bernapas agar dapat memulihkan aktivitas fisik Anda secara perlahan.

    Durasi rawat inap Anda di rumah sakit bergantung pada perkembangan pemulihan Anda. Anda dianjurkan untuk berbicara dengan tim transplantasi kami kapan pun Anda merasa gelisah atau tidak nyaman.

    Rata-rata durasi rawat inap di ICU adalah lima hingga tujuh hari. Setelah tabung pernapasan Anda dilepas, Anda akan dipindahkan ke Bangsal Hati untuk pemulihan dan pemantauan. Tim kami akan terus menilai dan meninjau kondisi Anda setiap hari untuk menentukan rencana perawatan berkelanjutan dan memeriksa seberapa baik hati baru Anda berfungsi.

    Anda akan terus menerima cairan, obat, dan nutrisi melalui selang intravena, tetapi pada akhirnya Anda akan makan seperti biasa. Sampel darah akan dikirim ke laboratorium setiap hari. Sinar-X dan pemindaian diminta oleh tim jika diperlukan. Anda akan diminta untuk batuk secara teratur dan melakukan latihan pernapasan agar paru-paru Anda mengembang dan mencegah pneumonia.

    Selama masa pemulihan, wajar untuk merasa lebih nyaman di suatu hari daripada hari lainnya. Tubuh Anda akan menyesuaikan dengan obat-obatan dan hati yang baru. Setiap pasien memiliki periode pemulihan yang berbeda, yang tingkat sangat dipengaruhi oleh taraf komplikasi penyakitnya. Tingkat kelemahan yang Anda alami akan bergantung pada kondisi fisik Anda sebelum pembedahan.

    Fisioterapi kami akan membantu Anda melatih otot-otot untuk mencegah penggumpalan darah di kaki Anda. Mulailah dengan berjalan jarak dekat untuk memulihkan kembali kekuatan dan mobilitas Anda. Sebuah program latihan akan direncanakan untuk Anda terapkan setelah keluar dari rumah sakit. Belajar merawat diri setelah Anda keluar dari rumah sakit sangatlah penting. Untuk mempersiapkan Anda dan keluarga/pengasuh Anda, perawat kami akan memandu Anda untuk membaca dan mencatat tes darah Anda dan menyiapkan lembar alur transplantasi dalam berkas pasca-transplantasi untuk Anda.

    Anda juga akan diajarkan untuk merawat T-tube dan area sayatan Anda dan menerima saran pengobatan sebelum keluar dari rumah sakit.

    Donor

    Setelah kondisi Anda stabil, Anda akan dipindahkan dari ICU ke Bangsal Hati. Anda akan tetap menerima obat pereda nyeri dan cairan melalui tetesan intravena selama beberapa saat sebelum mulai makan dan minum. Anda akan tinggal di rumah sakit selama tujuh hari setelah operasi, satu hari di antaranya di ICU. Anda dapat mengalami rasa nyeri dan rasa tidak nyaman selama empat hingga enam minggu setelah pembedahan.

    Anda akan mendapat bantuan dari terapis untuk:

    • Melatih, melenturkan, dan melemaskan otot kaki Anda guna membantu mencegah penggumpalan darah
    • Memberi pelatihan untuk menarik napas dalam dan batuk secara berkala untuk mencegah pneumonia. Sebelum Anda keluar dari rumah sakit, koordinator transplantasi akan menjadwalkan tindak lanjut medis Anda (setiap tiga bulan sekali selama satu tahun setelah pembedahan) dengan dokter transplantasi untuk ultrasonografi hati dan tes darah.
  • Bagaimana tubuh saya dapat bertahan dengan hati yang baru?

    Sistem kekebalan tubuh adalah mekanisme pertahanan alami tubuh Anda. Sistem ini diprogram untuk mengenali dan memusnahkan benda asing. Ini termasuk sel-sel dari hati yang ditransplantasi serta bakteri dan organisme yang menyebabkan infeksi.

    Setelah transplantasi hati, obat tertentu diperlukan agar sistem kekebalan tubuh Anda tidak menolak hati yang baru. Obat ini disebut imunosupresan dan Anda harus meminumnya setiap hari sepanjang hidup Anda.

    Suatu kombinasi obat imunosupresan akan diresepkan. Obat-obatan ini akan meningkatkan risiko infeksi Anda. Beberapa bulan pertama setelah transplantasi adalah periode di mana Anda membutuhkan imunosupresan dengan dosis yang tertinggi. Ini adalah waktu saat Anda paling berisiko mengalami infeksi. Risiko ini berkurang jika dosis dikurangi setelah beberapa bulan, tetapi sebaiknya Anda tetap menghindari kontak jarak dekat dengan orang-orang yang mengalami infeksi. Jangan makan makanan mentah dalam bentuk apa pun. Anda akan dipantau secara ketat jika ada tanda-tanda infeksi dan akan dirawat jika perlu.

    Pengambilan sampel darah reguler akan menunjukkan tingkat obat-obatan ini dan dosis harian Anda akan berubah jika diharuskan oleh dokter transplantasi. Jika tingkatnya terlalu rendah, risiko penolakan meningkat dan dosis dapat ditingkatkan. Jika tingkatnya terlalu tinggi, Anda mungkin mengalami lebih banyak efek samping dan dosis dapat dikurangi. Anda tidak boleh mengubah dosis obat imunosupresan Anda tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda. Ketidakmampuan mengonsumsi obat-obatan ini sesuai ketentuan dapat mengakibatkan penolakan hati baru Anda.

    Apa efek samping yang mungkin terjadi akibat imunosupresan?

    Seperti kebanyakan obat, imunosupresan memiliki efek samping.

    Obat imunosupresan Anda, yang diperlukan untuk mencegah penolakan hati Anda yang telah ditransplantasi ini akan membuat tubuh Anda lebih sulit melawan infeksi. Gejala batuk atau demam, yang biasanya dapat sembuh sendiri sebelum Anda mendapat transplantasi, bisa jadi merupakan tanda peringatan adanya infeksi. Jika Anda memiliki tanda atau gejala infeksi, Anda harus segera menghubungi koordinator transplantasi Anda. Kami menyarankan agar Anda segera dapat diperiksa oleh dokter untuk mengetahui jika Anda memiliki infeksi, dan jika ya, bagaimana Anda harus ditangani.

    Koordinator transplantasi Anda atau perawat akan menyediakan jadwal pengobatan untuk Anda. Patuhi jadwal tersebut dengan ketat dan jangan melewatkan obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda. Obat imunosupresan membantu mencegah tubuh Anda menolak hati baru Anda; sedangkan obat lain dimaksudkan untuk mendukung sistem kekebalan tubuh Anda yang mungkin akan melemah akibat obat imunosupresan. Sebaiknya selalu berkonsultasi dengan Pusat Transplantasi kami jika Anda menerima resep obat baru karena obat tersebut mungkin berinteraksi dengan obat imunosupresan Anda.

    Apa obat-obatan lain yang harus saya konsumsi?

    Selama tiga hingga enam bulan pertama setelah transplantasi, Anda harus mengonsumsi obat berikut ini:

    • Antibiotik - untuk mengurangi risiko infeksi bakteri
    • Obat anti-jamur - untuk mengurangi risiko infeksi jamur di mulut Anda
    • Antasida - untuk mengurangi risiko tukak lambung dan nyeri dada
    • Obat-obatan lain yang diresepkan oleh dokter transplantasi Anda, tergantung pada gejala Anda

    Beberapa obat yang diresepkan dapat menyebabkan jerawat, kulit kering, pertumbuhan kulit, rambut yang rapuh, dan pertumbuhan rambut yang tidak diinginkan. Beberapa efek samping ini dapat dihindari jika Anda mengambil langkah pencegahan, sementara efek yang lain mungkin perlu ditangani dengan menemui dokter.

    Diskusikan obat-obatan Anda saat ini dengan apoteker jika Anda perlu membeli obat bebas untuk penyakit ringan (mis. parasetamol untuk sakit kepala). Dokter Umum Anda mungkin perlu menghubungi dokter transplantasi hati Anda sebelum memberikan obat-obatan baru kepada Anda.

    Bagaimana saya tahu jika saya mengalami penolakan hati?

    Penolakan adalah cara tubuh Anda mengenali dan menyerang hati dari donor sebagai benda asing. Penolakan biasanya dapat diredakan jika didiagnosis dan ditangani lebih awal. Anda harus berhati-hati dalam mengambil tindakan pencegahan dan belajar untuk mewaspadai tanda-tanda penolakan yang mungkin memerlukan perawatan medis segera.

    • Meningkatkan level enzim di hati - bilirubin total, SGPT (ALT), SGOT (AST), SGGT
    • Kelelahan
    • Demam
    • Nyeri perut atau sensitif terhadap nyeri
    • Urine berwarna gelap atau terang
    • Warna kuning di mata dan/atau kulit (penyakit kuning)
    • Asites (cairan di rongga perut)
    • Gatal

    Meningkatkan peluang deteksi dini penolakan hati:

    • Lakukan tes darah dan uji laboratorium lain sesuai rekomendasi tim transplantasi
    • Minum obat Anda sesuai resep
    • Segera laporkan tanda-tanda penolakan

    Peningkatan di hasil uji laboratorium dapat menunjukkan kemungkinan penolakan, tetapi Anda memerlukan biopsi hati untuk mengetahui pasti apakah Anda mengalami penolakan. Faktor lain juga dapat menyebabkan peningkatan enzim di hati Anda. Oleh karena itu, perawatan penolakan hanya boleh dilakukan oleh dokter transplantasi Anda.

    Fakta penting tentang penolakan hati:

    • Meningkatkan level enzim di hati - bilirubin total, SGPT (ALT), SGOT (AST), SGGT
    • Mengalami penolakan tidak selalu berarti bahwa Anda akan kehilangan hati Anda
    • Anda masih dapat merasa nyaman walaupun mengalami penolakan
    • Penolakan dapat bersifat akut (terjadi tiba-tiba) atau kronis (terjadi secara perlahan dari waktu ke waktu)
    • Penolakan akan memburuk jika tidak ditangani
    • Penolakan dapat terjadi sewaktu-waktu

    Kapan saya perlu melakukan tindak lanjut dan mengapa?

    Koordinator transplantasi Anda akan memberikan jadwal tindak lanjut medis, dengan uji dan pemindaian laboratorium:

    • Ultrasonografi - untuk memastikan bahwa semua pembuluh darah utama yang menuju hati berfungsi secara normal dan tidak ada penumpukan empedu atau darah;
    • Percutaneous Transhepatic Cholangiogram (PTC) - pewarna diinjeksikan ke dalam T-tube, yang kemudian menandai saluran empedu. Teknik ini menunjukkan jika terdapat kebocoran, penyumbatan, atau masalah potensial lainnya;
    • Biopsi hati - untuk memeriksa penolakan hati baru atau hepatitis;
    • Pemindaian Computed Tomography (CT) (Tomografi Terkomputasi) - pemindaian menunjukkan hati dari berbagai sudut untuk mendeteksi infeksi dan penumpukan cairan;
    • Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatogram (ERCP) - pewarna diinjeksikan melalui endoskop, yang kemudian diteruskan melalui mulut ke perut dan usus ke hati. Teknik ini memvisualisasikan pohon empedu (saluran di dan di sekitar hati) serta saluran dari pankreas.

    Tujuan dari pemeriksaan tindak lanjut adalah memantau perkembangan Anda dan mendeteksi potensi komplikasi sedini mungkin. Di setiap kunjungan ke Pusat Transplantasi kami, Anda akan harus menyediakan berkas pasca-transplantasi dan jadwal pengobatan Anda. Buat jurnal dan catat pertanyaan yang mungkin Anda dan/atau keluarga Anda miliki dan bawa selama kunjungan tindak lanjut Anda.

  • Karena sistem kekebalan tubuh Anda melemah dengan obat-obatan imunosupresan, tindakan pencegahan berikut akan membantu mengurangi risiko infeksi:

    • Jaga kebersihan diri Anda dengan mencuci tangan dan mandi setiap hari.
    • Hanya minum dalam kemasan botol atau air yang sudah dimasak. Makan makanan yang baru dimasak.
    • Jangan menerima tamu yang tidak dalam kondisi sehat atau yang mengalami infeksi.
    • Hindari lokasi konstruksi dan tempat lain yang memiliki polusi udara yang parah.
    • Selalu kenakan sarung tangan saat berkebun.
    • Hindari menangani limbah hewan dan kontak dekat dengan hewan.
    • Hindari vaksin yang dibuat dari virus hidup (seperti vaksin polio oral Sabin, campak, gondok, campak Jerman, demam kuning, atau cacar) karena dapat menyebabkan infeksi. Jika Anda atau anggota keluarga Anda berencana untuk mendapat vaksinasi apa pun, Anda harus memberi tahu tim transplantasi atau dokter setempat Anda.
    • Rawat gigi Anda dengan baik dan kunjungi dokter gigi dua kali setahun untuk pembersihan dan pemeriksaan.
  • Rekomendasi untuk Perawatan bagi Penerima

    Setelah pulang ke rumah, Anda akan dijadwalkan untuk pemeriksaan tindak lanjut medis dan akan diperiksa sebagai pasien rawat jalan di Pusat Transplantasi Hati kami. Tujuan tindak lanjut rutin adalah untuk menilai fungsi hati dan tingkat obat imunosupresan Anda.

    Selama tindak lanjut, tim Transplantasi Hati akan:

    • Mendiskusikan kesehatan terkini Anda
    • Memeriksa berat badan dan tekanan darah Anda
    • Memeriksa luka Anda
    • Melakukan pemeriksaan fisik
    • Melakukan tes darah untuk memeriksa fungsi hati, fungsi ginjal, dan hitung darah lengkap
    • Melakukan tes darah untuk memeriksa tingkat Tacrolimus/Cyclosporine di darah Anda
    • Memeriksa tanda-tanda efek samping dari obat Anda
    • Memeriksa tanda-tanda penolakan atau infeksi

    Jangan minum dosis Tacrolimus/Cyclosporine di pagi hari sebelum menerima pemeriksaan tindak lanjut di Pusat Transplantasi. Bawa obat tersebut Anda sehingga Anda dapat meminumnya setelah konsultasi Anda dengan dokter.

    Pemeriksaan Tindak Lanjut Pasien Rawat Jalan

    Jadwal Frekuensi Kunjungan
    6 minggu hingga 3 bulan Dua kali seminggu
    3 hingga 6 bulan 2 hingga 3 kali sebulan
    6 bulan hingga 1 tahun Dua bulan sekali
    Setelah 1 tahun 3 hingga 6 bulan sekali

     

    Olahraga

    Luka membutuhkan waktu enam hingga delapan minggu untuk pulih, tetapi otot dan saraf mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk kembali ke normal. Selama waktu ini, Anda harus menghindari aktivitas fisik yang berat, tetapi Anda perlu berolahraga ringan untuk memulihkan kekuatan dan tegangan otot Anda. Dalam jangka panjang, Anda akan dapat kembali berpartisipasi dalam aktivitas fisik atau olahraga apa pun yang Anda nikmati.

    Pola Makan

    Beberapa pasien memiliki kondisi medis lain dan mungkin memerlukan kebutuhan pola makan tertentu. Kebutuhan nutrisi setelah transplantasi berbeda dengan kebutuhan sebelum transplantasi. Ahli nutrisi/ahli gizi dapat membantu Anda mengembangkan perencanaan makan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Tujuannya adalah mencapai asupan yang memadai atau mendekati seimbang agar luka bekas pembedahan bisa sembuh dan memenuhi kebutuhan energi Anda.

    Alkohol

    Penting untuk menghindari alkohol setelah transplantasi Anda karena dapat menyebabkan penyakit hati. Jika alkohol merupakan penyebab penyakit pada hati Anda, Anda perlu untuk berpantang alkohol seumur hidup untuk memelihara kesehatan Anda di masa depan.

    Seks

    Tidak ada alasan medis yang melarang Anda untuk berhubungan seks jika Anda merasa cukup sehat. Namun, Anda mungkin merasakan bahwa Anda membutuhkan waktu sesaat untuk mendapatkan kembali gairah seks Anda dan hal ini adalah wajar.

    Kehamilan/Kontrasepsi

    Pasien wanita dalam usia subur harus menggunakan metode pencegah kehamilan yang sesuai karena kehamilan harus dihindari sekurang-kurangnya setahun setelah transplantasi hati.

    Mengemudi

    Anda dapat mulai mengemudi sekitar enam minggu setelah keluar dari rumah sakit kecuali jika Anda masih mengalami ketidaknyamanan yang disebabkan oleh sabuk pengaman.

    Kembali Bekerja

    Anda mungkin tidak dapat bekerja selama sekurang-kurangnya tiga bulan, tetapi hal ini bergantung pada pemulihan Anda dan kondisi pekerjaan Anda.

    Bepergian

    Anda boleh bepergian jika merasa sudah cukup sehat, tetapi Anda perlu mendiskusikan rencana perjalanan Anda dengan dokter transplantasi Anda untuk mendapatkan informasi tentang risiko kesehatan, vaksinasi, obat-obatan, dll.

    Pemeriksaan Kesehatan Umum

    Sangat penting untuk mengikuti saran mengenai pemeriksaan kanker (mis. perlindungan kulit, pemeriksaan leher rahim, pemeriksaan payudara atau testis mandiri).

    Pemeriksaan Tindak Lanjut Pasien Rawat Jalan

    Anda perlu datang ke pemeriksaan tindak lanjut Anda di Pusat Transplantasi, tetapi seiring dengan semakin membaiknya kondisi Anda, frekuensi kunjungan ini akan menjadi lebih jarang. Tujuan kunjungan ini adalah untuk memantau fungsi hati baru Anda dan mendeteksi masalah sesegera mungkin. Kunjungan ini juga merupakan kesempatan bagi Anda untuk mengajukan pertanyaan yang mungkin Anda atau keluarga Anda miliki.

    Dirawat Kembali di Rumah Sakit

    Jika Anda merasa tidak sehat, Anda harus dirawat kembali di rumah sakit untuk penyelidikan dan perawatan lebih lanjut. Setelah pemeriksaan tindak lanjut pasien rawat jalan, jika hasil darah Anda tidak normal, kami mungkin menghubungi Anda untuk menyesuaikan dosis obat Anda atau mengatur agar Anda dirawat kembali di rumah sakit untuk penyelidikan dan perawatan lebih lanjut.

    Siapa yang Dapat Saya Hubungi Jika Ada Pertanyaan?

    Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang aspek apa pun dari transplantasi hati, hubungi koordinator atau dokter transplantasi Anda.

    Untuk informasi lebih lanjut atau janji temu, silakan hubungi Pusat Bantuan Pasien Gleneagles di (65) 6575 7575 atau kirimi kami email di atgpac@parkway.sg